Komandan Pusdikif TNI AD

Sejarah Pusdikif
SEJARAH PUSDIKIF
 
 

1. Berdasarkan Kep. KASAD Nomor : Kep / 5 / III / 1999 tanggal 22 Maret 1999 tentang organisasi dan tugas Pusat Pendidikan Infanteri.
a. Tugas Pokok Pusdikif. Menyelenggarakan pendidikan keinfanterian.
b. Fungsi Pusdikif:
1) Fungsi Utama :
a) Operasional pendidikan
b) Pengembanagn pendidikan

2) Fungsi Organik Militer :
a) Seksi pengamanan dan organisasi
b) Seksi Administrasi

3) Fungsi Organik pembinaan, manajemen Pusdikif

2. Latar belakang terbentuknya Pusdikif.
Pada tanggal 9 Mei 1950, telah terjadi penyerahan lembaga-lembaga pendidikan militer yang berasal dari tangan pemerintah kerajaan Belanda kepada pemerintah Republik Indonesia, kemudian dibentuklah lembaga pendidikan bagi TNI AD sebagai berikut :
a. Sekolah Perwira Cadangan.
b. Sekolah Dasar Infanteri.
c. Sekolah Perhubungan.
d. Sekolah Pasukan Berlapis Baja.
e. Sekolah Zeni.
f. Sekolah Pengemudi Bermotor.

3. Embrio Pusdikif
Berdasarkan pembentukan lembaga pendidikan tersebut diatas, maka lahirlah embrio Pusat Pendidikan Infanteri yang ditandai dengan adanya Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : 150 / KSAD / KPT / 50 tanggal 24 Agustus 1950, tentang telah dibentuknya pendidikan TNI AD tingkat pusat yaitu :
1) Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) di Bandung.
2) Sekolah Pelatih Infanteri (SPI) di Cimahi.

4. Perkembangan Pusdikif.
a. Berdasarkan Surat Keputusan KSAD Nomor 163 / KSAD / KPTS / 1953 tanggal 15 Desember 1953, terjadi perubahan nama ke Kesatuan sebagai berikut :
1) Pusat pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) berubah menjadi Pusat Pendidikan Infanteri (PPI) di Bandung.
2) Sekolah Pelatih Infanteri (SPI) berubah menjadi Sekolah Chusus Infanteri di Cimahi.
b. Berdasarkan penetapan KSAD No. TAP 0-5 tanggal 5 Agustus 1958, reorganisasi Pusat Pendidikan Infanteri (PPI) berubah menjadi Rinif Pus. Selanjutnya berdasarkan Radiogram KSAD no. T-5179/1059 tanggaln 21 Desember 1959 dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan KSAD No. : KPTS/ 505 / 7 / 1961 tanggal 4 Juli 1961, dikembalikan lagi menjadi Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif).
c. Berdasarkan keputusan KASAD Kep / 89 / XII / 1985 tanggal 12 September 1985 tetang organisasi dan tugas Pusdikif, maka lemdik Pusdikjas menjadi Sejas yang bernaung dibawah Pusdikif
d. Berdasrkan Sprin KASAD No. Sprin / 695 / VI / 1999 tentang pengorganisasian 4 Pusdik ( Pusdikif, Pusdikkav, Pusdik Armed, Pusdik Arhanud ) ke Kodiklat TNI AD.

5. Lembaga Pusdikif.
Berdasarkan surat Keputusan MEN/PANGAD Nomor Kep / VII / 1967 tanggal 5 Juli 1967 yang ditanda tangani oleh MEN/PANGAD Jenderal M. PANGGABEAN, telah disahkan SEMPANA PUSDIKIF.
Adapun penjelasannya secara singkat adalah sebagai berikut :
a. Nama Sempana : "WIKU YUDHA WIROTTAMA".
b. Bentuk :Arti keseluruhan : Maha Guru dalam ilmu peperangan / pertempuran yang membentuk prajurit utama.
c. Tiang Sempana Bertuliskan seloka "SIRNANING YAKSO GAPURA AJI" yang merupakan candra sangkala dan rangkaian angka-angka ; 1 - 9 - 5 - 0.
d. Kesimpulan.
Bahwa Pusat Pendidikan Infanteri yang lahir pad tahun 1950 tercermin dalam "SIRNANING YAKSO GAPURA AJI" yang berarti : Peninggalan segala pengaruh pendidikan kemiliteran Belanda, merintis menuju kependidikan kepribadian TNI, baik dalam watak Idiologi maupun pengetahuan Sosial/Teknik, Militer, sehingga terbentuk prajurit-prajurit Wirottama prajurit-prajurit Infanteri Utama yang berjiwa PANCASILA dan SAPTA MARGA serta mempunyai kemahiran dalam teknik militer dan keprajuritan yang dilambangkan dengan seloka :   "WIKU YUDA WIROTTAMA". (Utk lebih jelasnya silahkan baca di Referensi lain-lain sejarah Pusdikif )



 

Dankodiklat & Danpussenif

Login

  •  
    User Name :
    Password :
     

Ip Camera